» » Waduh! 504.819 Pelamar CPNS Kemenkumham Gagal


Adsradiofm.com - Tahapan seleksi administrasi rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah selesai dilakukan. Hasilnya hampir separuh pendaftar dinyatakan gagal lolos seleksi administrasi.                                 
Jumlah pendaftar di Kemenkumham untuk seleksi CPNS 2017 mencapai 1.116.138 orang. Mereka memperebutkan 17.526 kursi yang disediakan untuk berbagai formasi. Di antaranya sebagai sipir, analis keimigrasian, penata keuangan, perawat, dokter spesialis, hingga psikolog.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) CPNS Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto mengatakan, setelah dilakukan verifikasi pendaftar, ditetapkan ada 611.319 pendaftar yang lolos seleksi administrasi. Dengan demikian ada 504.819 pelamar yang dinyatakan gagal.
Menurutnya, tim pansel dalam melakukan seleksi administrasi mengategorikan para pendaftar berdasarkan kualifikasi pendidikan mereka. Berdasarkan berkas yang masuk diketahui jumlah pelamar kualifikasi pendidikan SMA sebanyak 641.959 orang, Diploma II sebanyak 20.718 orang, dan S- 1/dokter/spesialis sebanyak 453.461 orang.
”Dari situ kami kemudian memeriksa kelengkapan administrasi yang telah ditentukan di awal pendaftaran, di antaranya ijazah dan data kependudukan,” katanya. B a m b a n g mengatakan, dari proses seleksi administrasi ini, para pendaftar yang dinyatakan gagal dikategorikan menjadi dua, yakni tidak memenuhi syarat dan tidak mengembalikan atau mengunggah berkas persyaratan.
Menurutnya, pelamar SMA mendominasi yang gagal lolos administrasi. ”Kami sangat cermat untuk melakukan verifikasi dokumen. Kami review terlebih dahulu untuk memastikan kelolosan,” ujar dia.
Dia mengatakan, untuk pelamar tidak memenuhi syarat sebanyak 223.873 orang yaitu kualifikasi SMA berjumlah 81.743 orang, Diploma 3 sebanyak 2.650 orang, dan S-1/ dokter/spesialis sebanyak 139.480 orang.
Pelamar yang tidak mengirim atau mengunggah dokumen sebanyak 280.946. Terdiri atas SMA 170.098, Diploma 3 sebanyak 17.322 orang, dan S-1/dokter/spesialis sebanyak 93.526 orang. Bambang mengatakan, bagi peserta yang lolos dapat segera memeriksa tata tertib, jadwal, dan tempat seleksi kompetensi dasar yang dilaksanakan di masing-masing provinsi.
Seperti diketahui, seleksi kompetensi dasar (SKD) akan dilaksanakan 11-16 September 2017 mendatang secara serentak. ”Untuk mempersiapkan itu semua, kami besok (hari ini) akan mengumpulkan pengawas dan jajaran di daerah melalui teleconference untuk persiapan pelaksanaan SKD,” ungkapnya.
Terkait dugaan keterlambatan pengumuman seleksi administrasi CPNS Kemenkumham, Bambang membantah hal tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah tepat waktu mengumumkannya pada 5 September malam. Hanya saja, pengumuman tersebut tidak bisa langsung diakses di laman Kemenkumham karena ada kendala teknis. ”Karena memang terkendala server yang overload,” tuturnya.
Persoalan teknis ini, lanjut Bambang, juga berlanjut hingga kemarin. Banyak masyarakat yang masih sulit mengakses pengumuman ini secara online. Dia pun menyarankan masyarakat untuk ke Kantor Wilayah Kemenkumham untuk mendapatkan informasi.
”Di kantor pusat jugaadapusatinformasiyangmelayani pengumuman siapa yang lolos seleksi,” katanya. Kepala Biro (Karo) Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengakui, situs pemerintah yang mengumumkan hasil seleksi administrasi mengalami down. Dia mengatakan, hal ini disebabkan karena banyak masyarakat yang mengakses laman-laman tersebut.
”Iya banyak yang akses. Web https://sscn.bkn.go.id semalam juga membuka pengumuman seleksi CPNS tahap II, jadi semakin banyak yang akses. Makanya kami sempat stop dulu untuk informasi pendaftaran CPNS tahap II,” ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah kembali membuka seleksi CPNS di 61 instansi pemerintah sebanyak17.928. Formasi diberikan untuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sebanyak 500, sedangkan jumlah lowongan/ formasi CPNS untuk kementerian/ lembaga sebanyak 17.428. Lebih lanjut Ridwan mengatakan, tahapan seleksi selanjutnya adalah SKB. SKB melalui sistem CAT terdiri dari tes wawasan kebangsaan, tes inteligensi umum, dan tes karakteristik pribadi.
”Melihat pengalaman-pengalaman sebelumnya, banyak yang gagal di seleksi wawasan kebangsaan seperti sejarah bangsa. Saya kira itu bisa dipersiapkan,” tandasnya.

About ADS RADIO

Terimakasih telah berkunjung di ADS Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply